Rambut Sehat Meski Sering Diwarnai

Warna rambut sudah menjadi gaya hidup banyak wanita, terlebih di kota-kota besar. Dulu mewarnai rambut dilakukan untuk menutupi rambut yang beruban, namun kini mewarnai rambut sudah menjadi bagian dari gaya fesyen agar tampil modern-day dan lebih muda. Sayangnya, jika sering bergonta-ganti warna rambut bisa membuat rambut menjadi rusak, pecah, rontok dan kusam. Karena itu, perlu perawatan rambut ekstra agar rambut yang diwarnai tetap berkilau dan sehat. Seperti apa?

Banyak wanita yang merasa mewarnai rambut atau hair coloring dengan warna-warna cerah mencolok ataupun warna natural memberikan kebanggaan tersendiri. Dengan mewarnai rambut tampilan menjadi lebih sparkling dan bervariasi, Sekaligus menutupi uban yang sudah mulai muncul Sehingga tampilan rambut menjadi lebih indah. Meski mewarnai rambut dianggap today’s, tetapi sebaiknya pilih pewarna rambut yang bagus yang sesuai dengan kondisi kulit kepala. Ketika mewarnai rambut, Sebaiknya diwarnai ketika kondisi rambut sedang sehat. Jika rambut sering diwarnai 1-2 bulan sekali, ditambah ketika mewarnai kondisi rambut sedang tidak sehat maka rambut akan menjadi rusak.

Dijelaskan oleh dr. Edwin Djuanda, SpKK, dokter Spesialis kulit dan kelamin, ketika akan mewarnai rambut maka pilih pewarna rambut yang tidak menimbulkan efek pada rambut serta tidak menimbulkan alergi dan gatal. Setelah diwarnai, rambut juga dalam keadaan bersih agar sisa-sisa bahan kimia tidak menempel pada kulit kepala yang menyebabkan kutikula rambut tersumbat. Jika salah memilih produk pewarna rambut dan rambut Sering diwarnai maka bisa menyebabkan rambut rontok, patah, bercabang, serta kusam. Efek lain yang bisa terjadi adalah radang akar rambut.

Merawat Rambut Diwarnai. Selain itu, setelah rambut diwarnai sebaiknya Anda melakukan perawatan rambut secara tepat agar kilau warna rambut tidak pudar. Berikut perawatan rambut yang sebaiknya dilakukan menurut Irwan Mulyadi, hairstylist:

Pemilihan Produk Pewarnaan Rambut Pewarna rambut dibedakan menjadi tiga golongan yaitu permanen, semi permanen dan temporary. Pewarna rambut permanen bisa bertahan lebih dari 30 kali pencucian rambut. Namun, jenis pewarna ini lebih berisiko dapat mengubah pigmen rambut. Sebaiknya tidak terlalu sering mengganti warna rambut jika menggunakan produk pewarna permanen. Sementara produk pewarna semi permanen bisa bertahan hingga 15 kali pencucian. Pewarna ini memiliki molekul yang sangat kecil sehingga dapat meresap ke dalam kulit rambut dan kutikula, namun tidak mengubah warna pigmen. Meski sering gonta-ganti warna rambut, tetapi jenis pewarna ini cukup aman dilakukan. Namun Anda harus melakukan perawatan rambut berwarna yang khusus agar rambut tetap sehat. Sedangkan pewarna rambut temporary merupakan pewarna rambut alami yang sifatnya mudah hilang dan hanya bertahan sehari setelah diwarnai.

Pencucian Rambut. Pencucian rambut atau keramas untuk rambut yang diwarnai sebaiknya menggunakan sampo dan kondisioner yang tepat. Meski tidak masalah menggunakan sampo merek apapun, tetapi untuk hasil rambut yang lebih bagus sebaiknya memilih sampo yang khusus untuk rambut yang diwarnai. Keramas minimal dua kali sehari dan saat pembilasan rambut harus benar-benar bersih. Selama ini memang sudah ada sampo dan kondisioner dari beberapa merek untuk rambut diwarnai agar tidak cepat rusak, tidak kusam dan warna lebih tahan lama.

Dari beberapa merek, sampo dan kondisioner untuk rambut diwarnai mengandung ekstrak jeruk, protein kedelai dan bunga matahari yang dapat memberikan perlindungan untuk membuat pewarna rambut tahan lebih lama, serta rambut lebih berkilau dan lembut, halus dan mudah diatur. Kandungan lainnya adalah derivatif antioksidan diet E yang dapat melindungi warna, protein gandum yang dapat mengembalikan kilauan dan kelembutan pada rambut, serta asam amino untuk mengisi ulang protein yang hilang saat pewarnaan.

Hair Mask dan Hair Spa. Treatment hair mask dan hair spa banyak digunakan untuk memberikan lebih banyak vitamin dan nutrisi pada kulit kepala hingga batang rambut. Dengan demikian kedua treatment tersebut bagus untuk rambut yang diwarnai. Pada treatment hair mask, rambut diberi masker khusus rambut diwarnai yang fungsinya menjaga rambut tetap berkilau, serta memberikan nutrisi pada rambut agar rambut sehat meski bergonta-ganti warna. Umumnya produk yang digunakan mengandung phytantriol, provitamin B5 dan hydrolyzed collagen yang berfungsi untuk memelihara kelembaban rambut, menutrisi rambut kering, serta memulihkan dan memperbaiki kondisi rambut. Untuk mendapatkan rambut berwarna yang sehat, sebaiknya treatment hair mask dilakukan seminggu sekali atau setiap kali keramas.

Sementara remedy hair spa diperlukan bagi mereka , yang sering mengubah warna rambutnya. Pasalnya hair spa dapat memperbaiki kondisi rambut dengan memberikan nutrisi pada rambut berupa serum rambut. Biasanya serum rambut digunakan untuk mengatasi masalah rambut kering dan kusam. Untuk mencegah rambut kering dan kusam setelah diwarnai sebaiknya rutin melakukan treatment hair spa sebulan sekali. Alhasil, rambut akan tetap sehat dan berkilau secara alami.

Air Dingin. Ketika keramas, gunakan air biasa atau air dingin. Tidak dianjurkan untuk terlalu sering keramas menggunakan air hangat karena rambut mudah patah dan warna rambut akan mudah pudar. Efek yang dihasilkan memang tidak secara langsung. Penggunaan air hangat tidak cocok untuk rambut yang normal dan diwarnai, tetapi air hangat bagus untuk mencuci rambut yang sangat kotor dan berminyak karena air hangat akan mengeluarkan kotoran di dalam rambut dan mengeluarkan minyak berlebih. Sebaiknya ketika keramas gunakan air penyulingan selama delapan kali agar kadar mineral tembaga bisa hilang. Pasalnya, ion mineral tembaga dalam air bisa menumpuk pada rambut sehingga menyebabkan hancurnya keratin rambut. Akibatnya rambut lebih berpori dan rentan mengalami kerusakan, terutama ketika melakukan pewarnaan rambut. Palupi (Info Kecantikan)

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *