Olahraga yang Membuat Puasa Tetap Bugar

Jangan karena puasa, Anda melupakan aktivitas fisik seperti olahraga. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan memilih olahraga-olahraga yang sebaiknya dilakukan ketika menjalankan ibadah puasa. Dijelaskan oleh dr. Nora Sutarina, SpK0, dokter spesialis kedokteran olahraga, prinsip dari olahraga adalah frekuensi (F), intensitas (I), waktu (T).

Olahraga yang dapat dilakukan oleh pemula saat bulan puasa adalah jalan kaki selama 10-15 menit. Tetapi jika sudah rutin melakukan olahraga maka saat bulan puasa bisa melakukan olahraga yang biasa ia lakukan. Meski demikian, sebaiknya saat bulan puasa olahraga yang dilakukan dikurangi kecepatan gerakannya atau waktu olahraganya sekitar 60-70 persen Misalnya jika Anda bisa melakukan olahraga lari selama satu jam, maka saat bulan puasa waktunya dikurangi menjadi 30 menit.

Selain itu, tipe olahraga yang bisa dipilih adalah pertama aerobik seperti jalan cepat, going for walks, sepeda, gerak jalan dan sebagainya. Tipe kedua pelatihan dan daya tahan kekuatan otot seperti renang, senam aerobik dan sebagainya. Tipe ketiga adalah pelatihan kelenturan (pemanasan dan pendinginan) seperti permainan bulu tangkis, basket, dan futsal.

Waktu yang dapat dipilih untuk berolahraga antara lain setelah salat subuh selama 15 menit dan yang paling baik adalah setelah salat Ashar selama 15 menit atau setelah salat Tarawih. Namun, bila Anda memiliki penyakit hipertensi dan diabetes tidak dianjurkan melakukan olahraga setelah salat Tarawih. Pasalnya, pada malam hari ada hormon-hormon tertentu yang meningkat di malam hari sehingga membahayakan bagi penderita diabetes dan hipertensi. Kartika, Anita

Sumber: Info Kecantikan

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *