Mencegah Timbul Aroma Tak Sedap Pada Vagina

Vagina yang bersih dan terawat bisa meningkatkan gairah suami dalam bercinta. Sayangnya, tidak semua wanita telaten merawat vicinity vagina. Dan letak vagina yang tertutup, membuat location ini rawan dihinggapi masalah bau tak sedap jika tak dirawat dengan benar. Lantas bagaimana mencegahnya?

Rasanya tidak ada wanita di dunia ini yang merasa nyaman dengan vaginanya yang mengeluarkan aroma tak sedap. Wanita sangat memahami betapa pentingnya peranan aroma wangi yang keluar dari vagina dalam meningkatkan gairah pasangan saat bercinta. Aroma yang tak sedap yang keluar dari vagina merupakan gangguan serius ketika bercinta. Apalagi jika suami senang dengan gaya bercinta oral intercourse.

Jika vagina mengeluarkan aroma tak sedap, tentu dalam seketika akan mematikan gairah pasangan. Ujung-ujungnya, pasangan menjadi malas untuk bercinta. Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu keharmonisan pasangan.

Penyebab. Lantas apa yang menyebabkan vagina mengeluarkan aroma tak sedap? Menurut dr. Frizar lrmansyah, SpOG (K), dokter spesialis kandungan dan kebidanan, aroma vagina yang tidak sedap muncul karena beragam faktor, yaitu:

  1. Penggunaan celana dalam yang tidak menyerap keringat. Meskipun sederhana, celana dalam yang tidak menyerap keringat akan menyebabkan terganggunya sirkulasi udara di area vagina. Vagina menjadi lebih lembab sehingga memicu masuknya kuman atau jamur penyebab aroma tak sedap pada area vagina.
  2. Masalah kegemukan ternyata juga menjadi salah satu biang keladi timbulnya aroma tak sedap dari area vagina. Mereka yang bermasalah dengan kegemukan akan mengeluarkan keringat yang lebih banyak dibandingkan dengan yang bertubuh kurus. Keringat ini akan menyebabkan area vagina menjadi lebih lembab sehingga memicu masuknya kuman, atau jamur yang menjadi pemicu aroma tak sedap.
  3. Busana yang terlalu ketat. Seperti halnya penggunaan celana dalam yang tidak menyerap keringat, busana yang terlalu ketat pun bisa memicu timbulnya aroma tak sedap dari area vagina. Busana yang terlalu ketat bisa membuat seseorang mudah berkeringat. Keringat ini akan membuat area vagina menjadi lebih lembab sehingga akan mempermudah masuknya jamur atau kuman penyebab aroma tak sedap.
  4. Rambut pubis (rambut kemaluan) yang terlalu lebat akan memudahkan masuknya jamur atau kuman penyebab timbulnya aroma tak sedap. Air yang digunakan untuk membasuh (cebok) akan menempel pada rambut pubis sehingga kemaluan menjadi lebih lembab. Kelembaban ini akan mempermudah masuknya jamur dan kuman penyebab aroma tak sedap di area vagina.
  5. Kebiasaan menggunakan pantyliner akan membuat terganggunya sirkulasi udara yang masuk ke area vagina. Akibatnya area vagina akan beruban menjadi lembab sehingga mempermudah masuknya kuman penyebab aroma tak sedap.
  6. Masalah keputihan, infeksi mulut rahim, infeksi karena jamur, infeksi karena kuman hingga infeksi karena parasit juga menyebabkan keluarnya aroma tak sedap dari vagina.

Atasi dengan Perawatan. Sebelum aroma tak sedap menguat dari area vagina, Anda dianjurkan untuk sesegera mungkin mencari pertolongan. Caranya tentu saja dengan mendatangi dokter ahli yang mengerti tentang permasalahan yang Anda hadapi. Setelah diketahui penyebabnya, barulah dokter ahli ginekolog melakukan pengobatan sesuai dengan penyebabnya.

Tak hanya itu, agar hasilnya lebih maksimal, Anda pun dianjurkan untuk melakukan beragam perawatan vicinity vagina serta menghindari Kebiasaan salah perawatan yang bisa memicu masalah aroma tak sedap tersebut. Berikut beberapa guidelines pintar yang bisa Anda praktikkan untuk mengembalikan keseimbangan pH region vagina sehingga vagina tidak mengeluarkan bau:

  • Bagian kewanitaan harus dijaga se-higienis mungkin. Caranya dengan mengganti celana dalam sesering mungkin. Gunakanlah celana dalam yang dapat menyerap keringat sehingga tidak mengundang masuknya kuman. Selain itu, hindari pemakaian celana dalam yang terbuat dari bahan nilon.
  • Menghindari penggunaan pantylisner yang terlalu lama. Penggunaan pantyliner yang terlalu lama dapat menyebabkan terhambatnya sirkulasi udara pada vagina. Efeknya vagina jadi lembab sehingga memudahkan masuknya kuman penyebab keputihan.
  • Melakukan kebiasaan yang benar dalam merawat vagina. Lakukan cara membasuh (cebok) yang benar, yaitu dari depan ke belakang bukan sebaliknya. Cara cebok yang benar ini dapat menghindari penularan kuman yang berasal dari liang dubur.
  • Mencukur rambut area vagina yang terlalu lebat. Pasalnya rambut kemaluan yang terlalu lebat akan mempermudah masuknya kuman atau jamur yang menjadi biang aroma tak sedap di area vagina.
  •  Menghindari pemakaian sabun khusus pembersih vagina yang terlalu berleblhan. Diah

Sumber: Tabloid Info Kecantikan

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *