Kayu Manis Turunkan Berat Badan Dalam Tiga Bulan

Selama ini kayu manis yang banyak digunakan sebagai penyedap rasa makanan dan kue-kue, ternyata bisa juga dijadikan olahan minuman yang bermanfaat untuk melangsingkan tubuh. Jika diminum secara rutin setiap hari, maka dalam jangka waktu tiga bulan tubuh akan terlihat lebih ramping. Benarkah?

Kayu Manis Turunkan Berat Badan Dalam Tiga Bulan

Memiliki bentuk tubuh ideal menjadi dambaan setiap wanita, karena itu berbagai cara dilakukan demi mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, sebagian wanita rela menggelontorkan budget tinggi demi mendapatkan tubuh ideal. Padahal, cara alami seperti bahan alami kayu manis, yang merupakan rempah-rempah yang selama ini banyak digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan dan penambah aroma pada kue, ternyata juga bisa digunakan untuk membantu menurunkan berat badan.

Kayu manis yang nama latinnya Cinnamomun verum, Synonym C. zeylanicium berasal dari pohon rempah-rempah yang memiliki aroma khas, manis dan pedas. Biasanya, kayu manis menjadi pelengkap pada minuman hangat seperti Chai Tea Latte atau Pie Apple. Menurut sejarah, kayu manis menjadi salah satu bumbu masakan yang digunakan sejak jaman Mesir kuno atau sekitar 5000 tahun lalu, sehingga tak jarang tercatat dalam Kitab Perjanjian Lama.

Terdapat beberapa jenis kayu manis di pasaran, seperti Cinnamomum verum yang tumbuh di Srilanka, kayu manis cassia, Cinnamomum burmannii dan Cinnamomum loureiroi dari Vietnam, dan Cinnamomum Aromaticum dari China. Kayu manis dari Srilanka memiliki keunggulan yang digunakan adalah kulit bagian dalam yang lebih tipis, tetapi rasanya lebih segar dan lembut dibandingkan jenis kayu manis cassia.

Sedangkan kayu manis cassia memiliki rasa yang lebih kuat, sering lebih pedas daripada kayu manis Srilanka dan berwarna merah kecokelatan ringan hingga sedang, keras dan bertekstur kayu, serta berukuran lebih tebal atau sekitar 2-3 mm dan menggunakan seluruh lapisan kulit kayu manis.

Kandungan. Menurut dr. lnayah Budiasti,M.S, SpGK, dokter spesialis gizi klinik, di dalam kayu manis terkandung bahan alami seperti mineral, vitamin, karbohidrat, protein dan rendah lemak sehingga baik dikonsumsi untuk mereka yang sedang dalam proses penurunan berat badan. Di dalam 100 gr kayu manis terdapat 3,894 gr protein, 79,847 gr karbohidrat, 54,3 gr fiber, 9,52 gr air, 0,65 gr lemak dan 261,309 kcal.

Adapun kandungan mineral dalam kayu manis di antaranya kalsium, iron, magnesium, fosfor, potasium, sodium, zinc, copper mangan dan selenium. Selain itu vitamin-vitamin yang terdapat dalam kayu manis adalah 0,007 mg vitamin C, 0,14 mg tiamin, 1,3 mg riboflavin, 0,25 gr niasin, 29 mcg vitamin B6, 260 IU Vitamin B12, 26 mcg vitamin A dan 0,01 mcg vitamin E.

Ditambahkan oleh Riska E Primastuti, herbalis kecantikan, kayu manis bisa membantu melangsingkan tubuh karena mengandung polimer polifenol tipe A double linkage, yang merupakan komponen bioaktif yang dapat memberikan efek menurunkan berat badan, yang sudah teruji secara laboratoris dan klinis. Berdasarkan uji laboratorium, kayu manis mampu mengatur penggunaan lemak dari dalam adiposit atau tempat penyimpanan lemak, dengan cara merangsang penyerapan glukosa dari darah dan membentuk glikogen.

Sementara itu, berdasarkan uji klinis dengan memanfaatkan dosis harian hingga 500 mg ekstrak air kayu manis mampu meningkatkan stabilitas glukosa dalam tubuh dengan pre-diabetes dan mampu memperbaiki kelainan sindrom metabolik atau kurangnya kemampuan tubuh untuk memecah lemak dalam jaringan. Kayu manis juga mengandung serat yang tinggi, kandungan lemak yang rendah, serta vitamin, mineral dan antioksidan yang banyak. Jenis serat yang terdapat dalam kayu manis adalah jenis serat yang larut dalam air sehingga kandungan serat yang tinggi dalam kayu manis dapat digunakan untuk menurunkan berat badan.

Karena kandungan yang terdapat pada kayu manis itulah, maka dengan mengonsumsi ekstrak kayu manis maka seseorang dapat mempertahankan diet normal dan aktivitas fisiknya. Dengan mengonsumsi kayu manis, maka seseorang dapat makan seperti biasa, karena jumlah glukosa dalam darah tetap baik dan tubuh tetap mampu memecah serta membentuk lemak secara baik, sehingga berat badan normal. Kayu manis memiliki rasa yang kurang enak sehingga mampu menekan nafsu makan. Di samping mengandung bahan-bahan yang bisa melangsingkan, kayu manis juga mengandung bahan-bahan yang berguna untuk kesehatan, seperti minyak atsiri sebanyak 0,5-2,5 persen. Minyak atsiri memiliki aktivitas antimikrobial sehingga dapat mengatasi jerawat dan sakit gigi, serta antijamur untuk mengobati infeksi candida. Minyak atsiri juga dapat mengatasi masalah perut kembung dan kram saat haid.

Setiap Hari. Untuk mendapatkan manfaat dari kayu manis, maka dalam sehari dianjurkan mengonsumsi sebanyak 500 mg kayu manis. Cara konsumsinya adalah dengan dibuat minuman hangat, yaitu dengan menumbuk satu ruas kayu manis hingga menjadi bubuk, lalu bubuk kayu manis dicampurkan dengan 150 ml air hangat dan ditambah sedikit madu, lalu diminum selagi hangat. Kayu manis juga dapat diminum dalam bentuk kapsul, sebanyak dua kali sehari. Dengan rutin minum kayu manis maka dalam waktu tiga bulan, jika diimbangi dengan pola makan dan olahraga yang baik, bisa menurunkan berat badan sesuai keinginan. Sebaiknya dalam penurunan berat badan yang dilakukan secara sehat dan tidak drastis, yaitu 3-4 kg sebulan. Pasalnya, penurunan berat badan secara drastis akan mengganggu kesehatan serta menyebabkan yoyo syndrome (berat badan turun dengan cepat, lalu naik kembali melebihi berat badan awal).

Mengenai efek samping, jika ekstrak kayu manis dikonsumsi dengan ukuran yang tepat maka aman, atau minim efek samping. Tetapi jika mengonsumsi kayu manis secara berlebihan bisa menyebabkan jantung berdebar-debar dan denyut jantung lebih cepat dari normal, melebihi 100 denyutan per menit. Selain itu, bagi mereka yang kulitnya sensitif maka minyak atsiri yang ada dalam kayu manis bisa menyebabkan alergi pada kulit dan mukosa (jaringan lunak basah yang melapisi bukaan tubuh, terutama mulut, hidung, rektum dan vagina). Minyak atsiri pada kayu manis juga bisa menyebabkan dermatitis saat digunakan secara oles oleh mereka yang kulitnya sensitif ataupun gingivitis (peradangan pada gusi) setelah pemakaian obat kumur. lndri

Sumber : Info Kecantikan

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *