Jumlah Penderita Diabetes Terus Meningkat

Berbagai jenis makanan yang menggugah selera membuat banyak orang menyantap makanan tanpa memperhatikan kesehatan tubuhnya. Hal itulah yang mengakibatkan jumlah penderita diabetes terus meningkat setiap tahunnya, terutama kaum hawa. Berdasarkan facts Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) tahun 2007, penderita diabetes pada wanita menempati urutan pertama penyebab kematian yaitu 16,three persen, sementara pada pria menempati urutan keenam, yaitu 6 persen.

Diabetes melitus juga banyak dialami oleh wanita usia reproduksi. Sama seperti pada pria, diabetes pada wanita juga meningkatkan risiko gangguan penyakit jantung, hipertensi, dan dislipidemia (gangguan kesehatan akibat kelainan lemak dalam darah, yang mana kadar lemak jahat, LDL kolesterol dan trigliserida, mengalami peningkatan). Penyakit diabetes bisa terjadi jika seseorang memiliki gaya hidup yang kurang baik, yang ditandai dengan kelebihan berat badan dan lingkar perut.

Pada wanita, jika sering mengalami keputihan yang berulang sebaiknya waspada, karena bisa menyebab timbulnya diabetes, serta mencetus infeksi saluran kemih berulang. Dr. Em. Yunir, SpPD-KEMD, mengatakan diabetes merupakan penyakit yang kompleks yang penyebabnya adalah terlalu banyak makan. Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi, karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin ataupun otot, lemak dan sel-sel hati tidak merespons insulin secara normal. Diabetes juga dapat terjadi karena kelainan metabolik karena banyak faktor, dengan gejala berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Faktor lainnya adalah keturunan dari orangtua, kegemukan, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, perokok, stres dan gaya hidup modern yang banyak makan makanan instan, angka trigliserida atau lemak yang tinggi, gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari four kg serta faktor usia di atas 45 tahun. Karena itu, Asosiasi Diabetasi Amerika merekomendasikan untuk melakukan pengecekan diabetes setiap tiga tahun sekali untuk orang dewasa atau setahun sekali bagi mereka yang berisiko tinggi diabetes karena keturunan. Anita

Sumber : Info Kecantikan

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *