Hernia Bukan Penyebab Sulit Punya Keturunan

Secara ilmu, kedokteran, penyakit Hernia merupakan penyakit yang membuat bagian organ abdomen (usus, omentum) menonjol keluar, akibat lemahnya dinding perut. Berdasarkan penyebabnya, hernia dapat dibedakan jadi dua yakni hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (aquired). Sedangkan menurut letaknya, dibedakan jadi hernia jenis inguinalis, scrotalis, umbilicalis dan femoralis.

Hernia pada orang dewasa, dapat terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia. Tekanan dalam perut yang meningkat, dapat disebabkan oleh batuk yang kronik, susah buang air besar, dan sering mengangkat barang berat.

Hernia bukan penyakit berbahaya, karena hernia dapat diobati jika belum masuk kategori parah. Namun, hernia jenis inguinalis dan scrotalis termasuk penyakit yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Hal ini disebabkan karena testis berada di skroturn dan mendapat temperatur yang lebih dingin, sedangkan hernia itu suhunya sama dengan suhu tubuh. Sehingga mengakibatkan temperatur yang lebih tinggi di testis. Selain itu, bila hernia terlalu besar akan mendesak pembuluh darah ke testis sehingga oksigenasi ke testis terganggu dan menyebabkan gangguan spermatogenesis.

Secara fungsi seksual, seseorang yang menderita penyakit hernia tidak akan terganggu oleh penyakitnya. Karena fungsi seks itu ada dua, yakni sebagai penyalur hasrat dan cinta kepada pasangan, dan prokreasi atau harapan untuk memiiiki keturunan.

Untuk prokreasi punya anak, mungkin akan terganggu apabila Hernia masuk ke dalam kantung MAR Karena jika hernia masuk ke kantong tubuh yang dindingnya tidak tertutup rapat, maka usus akan keluar dari tempatnya kemudian masuk ke kantung buah zakar. Alhasil, penderita akan merasakan panas di bagian buah zakar dan mengganggu kesuburan. Akan tetapi fungsi seksualnya tidak akan terganggu. Sebaiknya penderita hernia harus sering melakukan check up dan jangan merasa minder untuk berkonsultasi. Sebelum menjalin pernikahan sebaiknya penderita hernia diobati terlebih dahulu atau dioperasi, agar tidak ada masalah yang timbul setelah pernikahan. Rini Listiawati.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *