Cara Tepat Hindari Radiasi Gadget Pada Anak

Di technology teknologi dan komunikasi dewasa ini, anak-anak semakin jarang bermain dengan permainan outside seperti kelereng, congklak, egrang dan hula hoop. Kini, anak-anak lebih banyak menikmati permainan melalui gadget seperti handphone, pill hingga laptop. Namun ternyata addicted dengan permainan dalam machine membawa dampak buruk bagi anak, terutama dampak radiasi dari gadget. Langkah apa yang harus dilakukan oleh orangtua?

Dewasa ini, gadget sudah menjadi barang wajib bagi anak-anak. Hampir setiap hari anak-anak selalu menggunakan gadget, mulai dari handphone, tablet, laptop, hingga private Computer. Saking familier dengan device, anak-anak cenderung menikmati permainan dalam gadget dibandingkan bersosialisasi dengan teman sepermainan.

Ternyata ketergantungan anak pada device berdampak buruk, terutama karena gelombang dari ponsel atau pun pill bisa memanaskan jaringan tubuh. Karena itu, dianjurkan mengenakan headset atau pun earpiece nirkabel, jika khawatir dengan dampak yang ditimbulkan alat itu bagi kesehatan. Lalu, apa saja dampaknya dan apa yang harus dilakukan?

Penyebab. Menurut Dr. dr. H. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), MtropPaed, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat, radiasi gadget dengan intensitas penggunaan ponsel di sekitar  area kepala dalam waktu lama, dapat memicu kemunculan zat karsinogenik penyebab kanker otak. Hal ini karena medan elektromagnetik yang berasal dari radiasi ponsel diserap kepala dan kemudian diserap sel otak hingga mengenai DNA dalam sel. “Dilihat dari seberapa besar radiasi itu sendiri dan kalau ponsel digunakan terus-terusan,” terangnya.

Dr. Hindra menambahkan melihat anak-anak yang suka bermain gadget, bagi kebanyakan orangtua, mungkin hal tersebut bukanlah persoalan besar, asalkan konten aplikasi tersebut aman dan memiliki manfaat edukasi buat anak. Padahal banyak efek yang ditimbulkan dari gadget tersebut. Seperti perubahan perilaku yang ditimbulkan oleh anak nantinya karena keasyikan bermain gadget. Namun ada hal lain yang patut diwaspadai yakni menurunnya kemampuan konsentrasi anak.

Sementara itu, menurut dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp. A, dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan, penggunaan machine yang terlalu berlebihan akan membuat gadget menjadi panas dan menimbulkan panas pada sel kepala. Kebiasaan anak yang menaruh handphone ataupun device yang lain di dekat kepala saat tidur, bisa berakibat buruk terhadap kesehatan anak tersebut, seperti bisa mengakibatkan gangguan tidur mual, dan sakit kepala. Gangguan tidur itu terjadi karena medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala sehingga bisa memicu kerusakan sistem saraf.

Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus atau telinga berdengung dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.

?Karena kontak langsung yang ditimbulkan device ke kepala membuat kebanyakan anak suka mengeluh kesakitan di sekitar kepala dan dikhawatirkan juga jika dilakukan secara terus-menerus akan memicu terjadinya penyakit yang mematikan seperti kanker? Ungkap dr. Cynthia.

Pencegahan. Lebih lanjut dr. Hindra menjelaskan, anak harus dibatasi menggunakan gadget. Orangtua jangan terlalu lama membiarkan anak bermain games di handphone atau pun di tablet.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua agar anak tidak mengalami dampak buruk dari addicted machine. Pertama, hindari menggunakan ponsel saat sinyal lemah. Karena saat sinyal lemah, ponsel akan bekerja lebih keras untuk memperoleh koneksi, sehingga menciptakan kemungkinan radiasi lebih besar. Kedua, saat ponsel menyala, jangan menyimpannya dekat bagian tubuh anak Anda, apalagi di dekat kepala anak. Jadi usahakan jauhkan dari anggota badan, termasuk di saku. Terkadang saking ?Sayang? Dengan system-nya, sampai anak-anak meletakkan system di sampingnya saat tidur. Hal ini sebaiknya dihindari untuk mengurangi kemungkinan terkena radiasi. Ketiga, dianjurkan menggunakan speaker smartphone, handset, dan sejenisnya. Karena itu merupakan cara terbaik agar memiliki jarak aman dari kepala anak Anda.

?Tapi yang jelas kita usahakan untuk membuat jarak dan waktu penggunaan machine pada anak. Orangtua harus membatasi kapan anak boleh bermain menggunakan system. Setidaknya orangtua bisa membatasi anak untuk menggunakan handphone atau pill," tutup dr. Cynthia. Muhriji Sn. (Femme)

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *