Cara Tepat dan Ampuh Atasi Kerutan di Wajah (Bagian 1)

Cara Tepat dan Ampuh Atasi Kerutan di Wajah (Bagian 1)

Kulit wajah yang dulu kencang menjadi kendur lalu muncul beberapa kerutan di sekitar area wajah. Kondisi demikian pasti terjadi pada setiap orang secara alami. Namun, tak menutup kemungkinan masalah kerutan datang lebih cepat dari seharusnya. Jika, kerutan sudah mengganggu penampilan dan mengikis rasa percaya diri, Anda tak perlu cemas meskipun usia terus bertambah. Ada beberapa cara tepat dan ampuh untuk mengatasi masalah kerutan di wajah dan membuat kulit kembali kencang. Apa saja?

Cara Tepat Dan Ampuh Atasi Kerutan Di Wajah (Bagian 1)

Proses penuaan akan berlangsung alami dan terjadi pada siapapun. Proses ini merupakan proses yang berhubungan dengan umur seseorang di mana akan terjadi perubahan perubahan atau berkurangnya fungsi organ tubuh sesuai dengan bertambahnya umur. Bagi perempuan, masalah penuaan yang dialami akan sangat berpengaruh pada penampilan khususnya kulit. Mulai timbul vlek hitam, kulit kering dan kerutan merupakan tanda penuaan yang akan dialami setiap perempuan. Salah satu proses penuaan yang mengganggu penampilan adalah masalah kerutan. Diuraikan dr. Kasih Rahardjo Djarot, masalah kerutan merupakan getting older system. Ketika otot-otot wajah bekerja terus-menerus, lama-lama akan mengendur dan akhirnya bisa menimbulkan wrinkle. Ditambahkan dr. Andi Nurul Astuti dari Dura Skin, Kaji, Jakarta, kerutan dapat timbul karena faktor usia yang bertambah. Namun, kerutan bisa juga timbul karena ekspresi yang terjadi pada wajah.

Karena itu, masalah kerutan dikelompokkan menjadi dua yaitu great line dan deep wrinkle. Fine line adalah kerutan yang disebabkan oleh ekspresi dan bersifat sementara. Deep wrinkle merupakan kerutan yang terjadi karena faktor penuaan dan akan langsung terlihat walaupun seseorang tidak sedang berekspresi. Timbulnya kerutan pada seseorang sangat bersifat person. Sehingga tidak ada usia pasti kapan seseorang kulitnya mulai berkerut.

Menurut dr. Sofian Lontoh, SpKK dari Navita Bella, pada seseorang dengan kelainan genetik di mana orang tersebut tidak mampu memperbaiki kerusakan kulit yang dialami walau dengan usia yang relatif masih muda, bisa saja wajahnya sudah menampakkan banyak kerutan sehingga terlihat seperti orang berusia lanjut. Bahkan bisa dipercaya, bahwa setelah usia 20 tahun kinerja perbaikan sel-sel kulit sudah mulai melambat. Untuk itu, sebaiknya sejak usia tersebut, perawatan kulit yang baik dan teratur sudah dilakukan.

Penyebab kerutan adalah faktor inner dan eksternal. Faktor internal antara lain, radikal bebas, hormonal. Proses glikosilasi, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan genetik. Sedangkan faktor eksternal antara lain, sinar UV yang merusak, gaya hidup tidak sehat, polusi lingkungan, strain dan makanan. Khusus soal makanan, banyak mengonsumsi makanan tidak sehat dan tidak memiliki gizi yang baik akan memengaruni timbulnya kerutan sejak dini. Seperti banyak mengonsumsi lemak tinggi, karbohidrat tinggi, kolesterol tinggi yang juga akan memengaruh kesehatan kulit.

Wajah menjadi place yang sangat rentan mengalami kerutan karena lebih banyak terpapar sinar matahari sehingga akan mengalami kerusakan lebih banyak dan cepat dibanding place lain. Selain itu, place wajah yang banyak bergerak karena ekspresi atau kebiasaan seseorang akan membuat region tersebut lebih cepat berkerut. Area tersebut antara lain, dahi, location di antara alis, sekitar mata dan garis sekitar mulut. Contohnya, seseorang yang mempunyai kebiasaan merokok akan menunjukkan kerutan-kerutan di sekitar bibir lebih banyak daripada orang yang tidak merokok.

Mengatasi Kerutan. Sebelum mengalami masalah kerutan, Anda dapat mencegah kerutan sejak usia dini dengan rutin melakukan perawatan. Sedangkan, jika kerutan sudah menghiasi wajah dan merusak penampilan, ada beberapa cara atau treatment yang dapat bermanfaat untuk mengatasi kerutan, antara lain:

1. Makanan dan Minuman Sehat.

Mencegah kerutan dapat dimulai dengan memerhatikan apa yang dikonsumsi setiap hari. Usahakan selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung diet serta antioksidan yang disarankan agar tubuh tetap sehat, segar, dan mencegah penuaan dini. Makanan dan minuman tersebut sebaiknya bebas dari pestisida, bahan pengawet maupun bahan pewarna dan perasa tambahan. Makan dengan konsumsi seimbang, tidak makan lemak dan karbohidrat terlalu banyak apalagi usia di atas 30 tahun. Juga konsumsi air putih yang cukup setidaknya dua liter according to hari.

2. Gunakan Sunblock dan Krim Wajah

Gunakan Sunblock dengan SPF minimal 30 dan PA dengan 2 (PA ). Sunblock yang demikian akan melindungi kulit wajah secara menyeluruh dari paparan sinar UV A dan UV B. Pemakaian Sunblock sebaiknya dilakukan pengulangan. Jika berada di bawah terik matahari lebih dari dua jam sejak pemakaian awal, oleskan sunblock kembali tetapi cuci wajah dengan sabun sampai bersih. Sebagai tambahan, untuk mencegah kerutan sebenarnya penggunaan sabun tidak terlalu berpengaruh atau berperan besar. Sabun hanya untuk mem bersihkan kulit. Sabun yang dapat membersihkan wajah dengan baik bisa membantu pe nyerapan krim maupun serum antikerut sehingga krim dan serum dapat bekerja dengan baik dan efektif.

Berhubung kerutan dapat dicegah sejak usia dini, maka penggunaan Sunblock dianjurkan dibiasakan sejak usia dini. Karena sejak usia 20 tahun proses perbaikan kulit mulai menurun dan mulai terlihat tanda-tanda penuaan dini pada kulit seperti kerut halus, vlek hitam, kulit kasar dan kusam, maka dianjurkan untuk menggunakan krim perawatan yang sesuai dengan tipe kulit. Bagi mereka yang tidak mengalami penuaan dini, dapat melakukan perawatan kulit dan mulai menggunakan rangkaian krim wajah untuk mencegah kerut dan kerusakan kulit sejak usia 25 tahun. Menggunakan krim perawatan efektif untuk menghilangkan kerutan ringan dan juga bermanfaat untuk membuat terapi lain lebih efektif dan hasil yang bertahan lama. Krim perawatan yang bisa dipilih untuk mengatasi kerutan adalah krim malam, Krim mata dan Krim leher.

Three. Botox

Botox atau botulinum toxin merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi garis-garis kerutan. Penyuntikan botox bermanfaat untuk mengurangi gerakan otot yang menyebabkan tarikan-tarikan pada wajah sehingga wajah berkerut. Cara kerja suntik botox adalah menyuntikkan bakteri botulinum toxin ke wajah. Fungsi bakteri ini untuk melemahkan dan menghalangi otot berkontraksi. Jika otot tidak berkontraksi, maka kulit wajah akan kencang dan tidak ada kerutan pada wajah. Penyuntikan botox biasanya berlangsung cepat sekitar 15-30 menit. Treatment ini bisa bertahan kurang lebih 2-12 bulan dan bervariasi setiap individu. Setelah terapi botox, pasien tidak disarankan untuk melakukan pijatan pada location suntikan karena akan menyebabkan obat tersebar di luar indikasi. Efek samping botox hanya terjadi bila dokter menyuntikkan di region yang salah dengan dosis yang salah. Karena itu, jika ingin melakukan botox sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis kulit kelamin yang kompeten di bidangnya.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *