Atasi Gangguan Tidur Saat Hamil

Masalah yang kerap dialami ibu hamil, yaitu sulit tidur, umumnya pada kehamilan trimester pertama dan trimester akhir. Bolak- balik ke kamar mandi untuk berkemih, rasa lapar, sakit perut, kram kaki, kecemasan, RLS (stressed leg syndrome), hingga pasangan yang mendengkur, bisa jadi gangguan tidur di malam hari.

Posisi tidur juga bisa jadi merepotkan. Mau tengkurap? Jelas tidak mungkin. Tidur telentang, menurut National Sleep Foundation dalam situsnya, tidak dianjurkan setelah trimester pertama. Alasannya, posisi ini bisa memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah di punggung.

Tidur miring dengan kaki ditekuk dinyatakan yang paling nyaman. Selain memudahkan sistem sirkulasi di dalam tubuh juga memperlancar aliran nutrisi ke janin.

Supaya ibu hamil tidur nyenyak:

  • Jangan konsumsi kafein menjelang malam.
  • Minum setidaknya 8 gelas air sehari. Tetapi jangan banyak minum sebelum tidur.
  • Tetap olah raga di pagi atau sore hari
  • Latihan rileksasi, seperti pernapasan dalam dan meditasi juga bisa menjadi pengantar tidur yang baik.
  • Ngemil sebelum tidur supaya di tengah malam tidak kelaparan. Pilih makanan berprotein dan karbohidrat kompleks seperti roti gandum, keju, atau susu hangat. Hindari makanan manis.
  • Jangan banyak konsumsi makanan berbumbu rempah, pedas, asam, dan gorengan, untuk mencegah sakit perut.
  • Mandi air hangat di sore hari akan membuat tubuh lebih rileks dan bisa tidur pulas. Pastikan suhu udara dalam ruangan terasa nyaman, tidak membuat Anda kepanasan atau Kedinginan.
  • Jangan terlalu lama tidur siang.
  • Jika mengalami RLS, konsulta- sikan ke dokter. Mungkin Anda mengalami defisiensi folat dan zat besi.
  • Membaca buku atau menuiis catatan harian ketika susah tidur melanda, akan memudahkan Anda untuk bisa merasakan kantuk dan kembali tertidur.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *