5 Treatment Aman Hilangkan Varises

5 Treatment Aman Hilangkan Varises

Kaki yang indah, mulus dan halus rasanya menjadi impian setiap wanita. Namun ada kalanya timbul tonjolan pembuluh darah yang berkelok-kelok atau yang disebut varises, yang mengganggu penampilan terutama bagi mereka yang suka mengenakan mini skirt ataupun warm pants. Tak perlu khawatir, saat ini ada banyak cara untuk menghilangkan varises. Apa saja?

Tubuh yang mulus menambah kepercayaan diri seorang wanita. Namun tidak jarang timbul masalah pada tubuh yang membuat kepercayaan diri semakin berkurang. Salah satu permasalahan yang kerap mengganggu adalah timbulnya varises pada kaki. Kulit kaki yang mulus akan menjadi rusak dengan adanya pembuluh darah yang menyembul ke permukaan kulit. Bentuknya yang menonjol dan terlihat berkelok-kelok dengan warna biru, tentu tidak sedap dipandang mata.

Menurut dr, HR. Suhartono, SpB (K) V, dokter spesialis bedah vaskular, varises atau bahasa latinnya varisco vein adalah pelebaran pembuluh darah balik yang ada di tungkai. Bentuk varises berkelok-kelok, Katupnya rusak dan berwarna kebiru-biruan. Tetapi jika tingkat varisesnya tergolong akut, warnanya berubah menjadi hijau kehitam-hitaman dan berbentuk seperti jaring laba-laba.

Penyebab Varises. Wanita lebih sering terkena varises dibandingkan pria, Biasanya pria terkena varises karena dua faktor, yaitu faktor keturunan dan faktor pekerjaan sehari-hari. Pria yang sehari-hari melakukan pekerjaan berat tentu memiliki risiko lebih besar terkena varises apabila dibandingkan dengan pria yang sehari-hari melakukan pekerjaan ringan. Varises bisa diderita dari orang yang masih kecil hingga yang sudah berada pada usia lanjut.

Banyak faktor risiko yang bisa membuat seseorang memiliki varises, antara lain:

  • Pertama, faktor kebiasaan. Orang yang memiliki kebiasaan untuk berdiri statis dalam waktu yang terlalu lama memiliki faktor risiko yang besar terkena varises. Sebaiknya apabila memang harus berdiri dalam waktu yang lama, sebaiknya tetap lakukan gerakan-gerakkan. Orang yang berdiri sambil menggerak-gerakan kaki risiko terkena varisesnya lebih kecil apabila dibandingkan dengan orang yang diam saja saat berdiri.
  • Kedua, faktor risiko kedua adalah faktor keturunan atau faktor bawaan. Seseorang yang memiliki orangtua menderita varises tentu memiliki faktor risiko terkena varises lebih besar. Untuk orang yang mengalami varises pada usia muda kemungkinan besar karena faktor keturunan.
  • Ketiga, faktor kehamilan. Meningkatnya hormon progesteron dan berat badan pada wanita hamil tentu membuat kaki akan semakin terbebani. Hal inilah yang menyebabkan aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha, dan perut menjadi terganggu.
  • Keempat, faktor hormonal. Orang-orang yang menggunakan obat-obat kontrasepsi hormonal akan memengaruhi dinding pembuluh darah.

Mengatasi Varises. Varises bisa dihilangkan dengan berbagai treatment. Namun sebelum terkena varises sebaiknya melakukan langkah pencegahan. Dimulai dari cara-cara konservatif seperti mengubah gaya hidup. Misalnya menggerak-gerakkan kaki saat berdiri dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, jika sebelumnya menggunakan obat-obatan kontrasepsi hormonal maka bisa dihentikan. Lakukan juga diet sehat karena jika seseorang memiliki kelebihan berat badan akan membuat kakinya lebih bekerja keras menopang tubuh. Hal itu membuat kaki rentan terkena masalah varises.

Untuk mengatasi dan mencegah varises bisa dilakukan dengan berbagai remedy. Berikut beberapa treatment yang ampuh mengatasi masalah varises:

1. Medical Stocking. Medical stocking umumnya digunakan untuk mencegah varises. Manfaat lainnya adalah melancarkan peredaran darah di daerah, kaki. Sebelum menggunakan medical stocking, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan yang terpenting yang harus dilakukan adalah melihat pembuluh nadi yang ada di kaki. Bila seseorang tidak memiliki pembuluh nadi yang bagus dikhawatirkan yang bagus dikhawatirkan bisa mematikan pembuluh darah bila menggunakan medical stocking dengan kencang. Medical stocking bisa digunakan dalam waktu enam bulan. Namun sebenarnya bisa digunakan terus-menerus sembari diimbangi dengan treatment lain.

2. Operasi Phlebectomy. Cara kerja Operasi phlebectomy adalah dengan menghilangkan bagian varises dengan irisan kecil. Bagian yang membesar akan dibuka, lalu varisesnya akan diambil.

3. Suntik Sclerotherapy. Suntik sclerotherapy dilakukan bagian-bagian yang ditumbuhi varises. Dokter akan menyuntikkan obat ke dalam varises yang akan membuat varises menyusut. Kalau bagian yang ditumbuhi varises hanya sedikit hanya perlu melakukan satu kali suntikan. Namun kalau memang tempat yang ditumbuhi varises itu luas, bisa diulang seminggu setelah melakukan treatment pertama. Sebelum melakukan suntik scierotherapy ini tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan.

4. Vein Stripping, vein stripping dilakukan dengan membuang semua varises yang ada pada bagian kaki Cara ini dilakukan dengan memasukkan alat ke dalam bagian kaki yang terdapat varises lalu pembuluh darah yang rusak akan dibuang. Nantinya darah akan mengalir melalui pembuluh darah yang bagus karena sebenarnya pembuluh darah balik yang ada di kaki itu jumlahnya banyak sekali.

5. Laser. Untuk varises yang kecil bisa dengan menggunakan skin laser Laser digunakan oleh dokter untuk menutup pembuluh darah varises yang kecil dan menyerupai sarang laba-laba.

Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan semua remedy untuk menghilangkan varises mulai dari diagnostik hingga proses pengerjaan treatment harus melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) terlebih dahulu. Hasil USG juga menentukan seseorang harus menggunakan treatment apa untuk menghilangkan varisesnya. Hasil USG juga digunakan untuk evaluasi setelah melakukan treatment. Oleh karena itu, sebaiknya dokter yang menangani treatment juga harus bisa melakukan USG. Secara umum, penanganan varises dengan treatment minim efek samping karena tindakan-tindakan tersebut dilakukan pada pembuluh darah balik yang berada di luar.

Setelah melakukan remedy-remedy tersebut tentu harus diikuti dengan pola hidup yang lebih baik. Orang yang sudah melakukan berbagai macam treatment di atas harus mengevaluasi kegiatan-kegiatan apa saja yang harus mendapat perubahan. Misalnya sebaiknya orang tidak berdiri statis dalam waktu yang lama, weight loss plan agar berat badan tidak semakin meningkat, harus rutin melakukan olahraga low effect seperti jalan santai dan renang. Apabila tidak memperbaiki gaya hidup, varises yang sudah hilang bisa kembali tumbuh menghinggapi tungkai kaki. Niken Wulandari (Info Kecantikan)

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *